Heri Sandi, Mahasiswa PAI yang Raih IPK 3,86 Setelah Berjuang Kuliah Sambil Bekerja

Header Menu


Heri Sandi, Mahasiswa PAI yang Raih IPK 3,86 Setelah Berjuang Kuliah Sambil Bekerja

Minggu, 23 November 2025

 


Karawang,- Kabar Nusantara News,-Perjalanan akademik Heri Sandi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menjadi kisah inspiratif tersendiri bagi banyak orang. Putra sulung dari pasangan Samih dan Saja ini resmi menuntaskan studi sarjananya dengan capaian membanggakan, yakni IPK 3,86, setelah melalui perjuangan panjang sejak sebelum memasuki dunia kampus.


Sebelum memulai kuliah pada tahun 2021, Heri memilih bekerja selama hampir tiga tahun untuk mengumpulkan biaya pendidikan. Lulusan SMA tahun 2017 itu sadar bahwa ia harus mandiri karena kondisi ekonomi keluarganya terbatas. “Saya masuk kuliah dari hasil tabungan kerja sendiri,” tuturnya.


Aktif dalam Organisasi Kampus dan Kemasyarakatan


Tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, Heri juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi. Ia pernah terlibat di Himpunan Mahasiswa, Badan Legislatif Mahasiswa, hingga organisasi ekstra kampus seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di luar dunia kampus, ia turut menjadi relawan di Dinas Kabupaten Karawang, aktif di remaja masjid, serta berkegiatan di Unit Pengumpul Zakat (UPZ).


“Pengalaman organisasi menjadi pelajaran berharga. Banyak nilai yang tidak saya dapatkan di kelas,” ujar Heri.


Kuliah Sambil Kerja Hingga Semester Tiga


Sejak semester pertama hingga semester ketiga, Heri menjalani hari-harinya dengan bekerja sambil berkuliah. Setelah masa kontrak kerjanya berakhir, ia memutuskan untuk sepenuhnya fokus pada studi, meski sebagian besar biaya kuliahnya tetap berasal dari tabungan kerja di masa lalu.


Ia menuturkan bahwa kedua orang tuanya memberi dukungan, namun terbatas karena hanya berpenghasilan sebagai guru harian lepas. Selama kuliah, Heri memilih pulang-pergi dari rumah tanpa indekos, demi menekan biaya.


Amanah Guru yang Menjadi Penyemangat


Motivasi Heri memilih jurusan Pendidikan Agama Islam berawal dari pesan seorang guru saat ia masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Sang guru menyampaikan amanah agar suatu hari Heri melanjutkan pendidikan tinggi dan kembali mengajar di sekolah tersebut.


“Amanah itu selalu saya ingat, dan menjadi dorongan besar untuk kuliah,” katanya.


Tantangan Finansial dan Bantuan Beasiswa


Heri mengakui bahwa kendala biaya merupakan rintangan terbesar selama masa studinya. Namun, ia merasa terbantu ketika mendapat Beasiswa Baznas Jawa Barat pada semester tujuh, yang meringankan sebagian beban keuangannya.


Rasa Syukur Menjadi Mahasiswa Berprestasi


Saat dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi, Heri mengaku terharu dan tidak menyangka dapat bersaing dengan rekan-rekannya yang dikenal memiliki kemampuan akademik hebat.


“Teman-teman di prodi benar-benar luar biasa. Saya tidak mengira bisa mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya.


Bagi Heri, kunci keberhasilannya adalah konsistensi dan kemauan yang kuat. “Kalau niat kita baik dan sungguh-sungguh ingin belajar, insyaallah selalu ada jalan. Jalani saja dengan sabar.”(Red)