Disparbud Karawang Dorong Pendidikan Budaya Sejak Dini Lewat Program “Ngopdud”

Header Menu


Disparbud Karawang Dorong Pendidikan Budaya Sejak Dini Lewat Program “Ngopdud”

Sabtu, 22 November 2025

 

KARAWANG, Kabar Nusantara News - Dalam upaya memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sejak usia dini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Ngopdud (Ngobrol Pendidikan Budaya) di Aula Outdoor Kampung Budaya Karawang, Kamis (13/10/2025).


Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan pendidikan budaya yang menekankan nilai-nilai luhur, karakter, serta kearifan lokal. Melalui program ini, Disparbud berharap dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, berempati, serta memiliki wawasan global namun tetap kuat pada budaya daerahnya.


Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Dekan ISBI Bandung dan Praktisi Seni Budaya Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., N.Hum., Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Karawang Drs. Asep Junaedi, M.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Waya Karmila, S.Pd., MM, serta Pengawas Pendidikan Kebudayaan Disdikpora Darno, S.Pd.


Menurut Drs. Asep Junaedi, M.Pd., program pendidikan budaya di sekolah nantinya akan fokus pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pentas seni budaya.

“Pendidikan budaya ini ditanamkan sejak dini agar tumbuh rasa cinta tanah air serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter,” ujarnya.


Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparbud Karawang, Waya Karmila, S.Pd., MM, menegaskan bahwa fokus program utama ini adalah memperkenalkan seni-seni khas Karawang kepada siswa sekolah.

“Anak-anak harus mengetahui kesenian dan kebudayaan daerahnya sendiri. Oleh karena itu, kami akan mengawal agar seni-seni khas Karawang bisa dipublikasikan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa seniman-seniman lokal akan diberdayakan untuk terlibat langsung dalam kegiatan di sekolah-sekolah.

“Kami punya banyak seniman daerah, dan mereka nantinya akan dilibatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran budaya di sekolah,” jelasnya.


Lebih lanjut, Waya menekankan pentingnya “Etika Berbudaya” sebagai dasar dalam pembentukan karakter generasi muda. Hal ini juga sejalan dengan rencana perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di Kabupaten Karawang pada tahun 2026, di mana urusan Kebudayaan akan terintegrasi ke dalam Dinas Pariwisata dan Olahraga (Parpora).

“Tahun 2026 nanti SOTK berubah, dan fokus utamanya adalah penguatan etika berbudaya,” katanya.


Program ini juga mendukung amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Melalui inisiatif “Nyeni di Sakola,” Disparbud Karawang berharap dapat melestarikan dan melindungi sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) — seperti seni, ritus, olahraga tradisional, hingga cagar budaya — dari ancaman kepunahan, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda secara berkelanjutan.(Red)