Bandung,- Kabar Nusantara News,- Wakil Bupati H. Maslani menghadiri pertemuan perencanaan kegiatan Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting (P3S) tahun 2026 yang digelar sebagai upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting.
Dalam pemaparannya, H. Maslani menegaskan bahwa salah satu penyebab utama stunting adalah buruknya sanitasi lingkungan serta konsumsi air minum yang tidak diolah dengan baik. Kondisi tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap kesehatan balita.
“Sanitasi yang tidak layak dan air minum yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat meningkatkan risiko stunting hingga 3,47 kali pada balita di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan akses air bersih yang layak guna menekan angka stunting secara signifikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan turut mengingatkan seluruh kepala daerah agar lebih serius dan fokus dalam menangani persoalan stunting di wilayah masing-masing. Hal ini penting agar Jawa Barat tidak masuk ke dalam kategori zona baru dengan tingkat stunting tinggi.
“Kami meminta kepada seluruh kepala daerah untuk lebih memperhatikan upaya penanganan stunting, sehingga Jawa Barat dapat mencapai target zero stunting di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,” tegasnya.
Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang terintegrasi dalam upaya percepatan penurunan stunting, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.(Red)

