Jaga Rawat Jawa Barat Digelar di Karawang, Aep Syaepuloh: Keamanan Bukan Hanya Tugas Aparat

Header Menu


Jaga Rawat Jawa Barat Digelar di Karawang, Aep Syaepuloh: Keamanan Bukan Hanya Tugas Aparat

Sabtu, 15 Agustus 2026


 KARAWANG — Kabar Nusantara News,- Upaya memperkuat keamanan dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di Jawa Barat terus didorong melalui kolaborasi lintas elemen. Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai elemen masyarakat menghadiri apel kegiatan Jaga Rawat Jawa Barat yang diinisiasi Polda Jawa Barat dan dilaksanakan di Mapolresta Karawang.


Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menjaga situasi keamanan dan kedamaian tetap kondusif. Tidak hanya mengandalkan perangkat keamanan, gerakan Jaga Rawat Jawa Barat menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.


Apel di Karawang menampilkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat yang selama ini bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Antara lain ojek pangkalan, pengemudi ojek online, Karang Taruna, pelajar, Pramuka, satuan pengamanan (keamanan), anggota TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi dan unsur keagamaan.


Kehadiran berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa menjaga kondusivitas daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Setiap elemen memiliki peran strategis dalam mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus membangun komunikasi dan kepedulian di lingkungan masing-masing.


Bupati Karawang Aep Syaepuloh menekankan pentingnya menjaga sinergitas dan soliditas di tengah masyarakat. Menurutnya, keamanan daerah tidak hanya dapat dibebankan kepada aparat, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.


“Menjaga keamanan dan kondusivitas Jawa Barat bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Aep.


Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut harus terus dipertahankan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, komunitas, pemuda, pelajar, hingga kelompok masyarakat lainnya menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial.


Apel Jaga Rawat Jawa Barat juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa keamanan bukan semata-mata persoalan penegakan hukum. Lebih jauh lagi, keamanan berkaitan erat dengan kepedulian masyarakat, komunikasi antarkelompok, toleransi, serta kemampuan bersama dalam menjaga persatuan.


Keterlibatan pelajar dan Pramuka, misalnya, menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan sejak dini. Sementara keterlibatan pengemudi ojek, keamanan, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan memperluas partisipasi jaringan masyarakat dalam menjaga lingkungan.


Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, sinergi semacam ini dinilai penting agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara bersama-sama. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.


Dari Kabupaten Karawang, pesan Jaga Rawat Jawa Barat ditegaskan sebagai gerakan bersama. Menjaga keamanan berarti menjaga ruang hidup masyarakat tetap aman dan nyaman, sementara merawat kebersamaan berarti mempertahankan persatuan di tengah keberagaman Jawa Barat.


“Dari Karawang, mari kita terus Jaga, Rawat Jawa Barat. Jaga keamanannya, rawat kebersamaannya,” tegas Aep.


Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa Jawa Barat yang aman dan kondusif hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama. Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam menjaga perdamaian sekaligus merawat persatuan.


Dari Karawang, semangat itu digaungkan: keamanan dijaga bersama, persatuan dirawat bersama, dan Jawa Barat menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.(Red)